Sajak Harap Si Jalang
Akan membawa kemana jiwa ini
Bila raga tak sanggup menyalakan api
Di sudut gelap malam
Mencaci diri yang terlanjur getir
Bunga abadi yang layu
Sungguh menatap pelopak kelayuan bagaikan mengiris harap
Keteduhan buana pada tabahnya pelopakmu
Wahai coretan hitam dalam hidup
Di manakah api yang dulu pernah membara
Mengapa hitam ku memberi jebak pada ragu
Jalang – Baca tulisan kami yang lain di sini.
Kepada ibu yang iba
Do'a yang sudah kau langitkan berhasil merayu tuhan
Memberi celah di batu karang yang ku tempuh
Untuk ayah yang tabah
Biang keringat yang tercucur
Membawa anak mu melangkah kedepan
Dengan segenggam kabar
Sunyi yang ku lewati akan indah bila memutar memoar tentang teduhnya pelukan mu
Harap yang sedang ku genggam
Akan membawa kabar yang hangat
Tertanda,
Yogyakarta, 18 Agustus 2026
