[Puisi] Si Kecil di bawah Jembatan Layang Janti

Seorang anak asik bermain di bawah Fly Over Janti Kota Jogjakarta, 18 Sebtember 2026

Untuk saat ini,
hanya sapuan angin yang dapat menjadi pelipur cemas
Tepat di penghubung jalan
Janti, di bawah jembatan layang,
Tuhan membisikkan pertanyaan,
bersamaan dengan datangnya kereta dari timur
:
Mengapa manusia ditakdir untuk tumbuh dan mendewasa,
mengapa tidak dibiarkan berhenti di usia memasuki angka lima;
usia di mana kecemasan tidak lebih menggila,
tidak memikirkan bagaimana esok dan bagaimana nanti,
tidak terbesit akankah esok bisa menjadi unggul
seunggul dewa dalam penggalan kata “dewa-sa”.
?
Tuhan, Tuhan …
Kutuntut rahmatmu!
Maaf aku ralat, “kuharap rahmatmu …”

Jogja, 18 September 2026

[Faidhumi]

Klik gambar untuk mendengarkan musikalisasi puisi.

Scroll to Top