Reviewer: Ahmad Faradis Ahdant
Judul: Janji
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabak Grip
Tahun terbit: 28 Juli 2021
Jumlah halaman: 488 halaman
Tokoh:
- Hasan, Baso dan Kahar
- Buya, Ayah Buya
- Bahar Safar, Delima
Janji adalah salah satu dari sekian banyak novel yang ditulis oleh Tere Liye. Penulis yang memiliki nama asli Darwis ini sudah pernah menuliskan banyak karya-karya fiksi seperti Hujan dan Bumi series. Namun berbeda dengan judul-judul sebelumnya yang kebanyakan mengangkat tema fantasi, kali ini dia membawa pembacanya ke dunia religi yang serat akan nilai moral dan keislaman. Melalui novel ini, kita akan diajak untuk mengikuti perjalanan dari tiga sekawan yang badung yaitu Hasan, Baso dan Kahar dalam menyusuri jejak kehidupan dari seorang Bahar Safar.
Cerita novel ini bermula dari tiga sekawan badung yang ingin dibebaskan dari pondok pesantrennya. Dari berbagai kenakalan, bukannya dikeluarkan mereka malah ditugaskan oleh Buya atau pemimpin pondok mereka untuk mencari seseorang bernama Bahar Safar. Diceritakan bahwa Bahar ini merupakan santri yang diusir oleh Ayah dari Buya (pengasuh pondok sebelumnya) karena membunuh seorang santri difabel. Namun, sebelum pergi Abuya menitipkan lima pusaka kehidupan untuk Bahar pegang selama hidupnya.
Hasan, Baso, dan Kahar pun memulai Rihlah pencariannya. Mereka berkeliling ke penjuru kota untuk mencari informasi tentang keberadaan Bahar. Mulai dari distrik yang penuh dengan kemaksiatan, penjara, perkotaan sampai ke daerah tambang pun mereka singgahi. Dalam perjalanannya mereka bertemu banyak orang yang menceritakan sosok seorang Bahar serta apa yang pernah dilaluinya. Kesedihan, kebahagiaan dan pengorbanan menjadi hal banyak didengar. Yang mana semua cerita itu menuju satu kesimpulan, yaitu penebusan dosa dari seorang Bahar Safar.
Dalam novel ini, Tere Liye berhasil menjadikan cerita yang kompleks tersampaikan dengan sederhana. Penggambaran dinamika yang dialami seorang Bahar serta kisah persahabatan tiga sekawan terasa begitu dalam dan emosional. Setiap kejadian yang selalu menimbulkan pertanyaan dipadu dengan tingkah konyol dari tiga sekawan membuat alur cerita menjadi seru dan tidak membosankan.
Terdapat relevansi antara kisah perjalanan Bahar dengan Keberadaan etika dan moral ditengah era disrupsi global ini. Dimana perjalanan tokoh Bahar yang berpegang pada lima pusaka kehidupan sangat menggambarkan peran moral keagamaan ditengah era modern yang penuh dengan tantangan. Banyak permasalahan-permasalahan sosial modern yang berhasil ia atasi seperti individualisme dengan bertetangga, ketimpangan sosial dengan empati, materialistik dengan kedermawanan serta masih banyak lagi. Tak ayal, novel ini menjadi salah satu karya underrated dari Tere Liye
Terakhir, novel ini cocok untuk dibaca oleh para mahasantri yang sedang dalam perantauan. Dengan berbagai masalah yang kita alami disini, novel ini seakan menjadi pengingat kita untuk selalu berpegang teguh pada apa yang telah diajarkan oleh guru-guru kita di pesantren. Kita diharapkan untuk terus semangat dalam belajar serta berkembang tanpa melupakan jati diri kita sebagai seorang santri.